Langsung ke konten utama

Engineering Fee is not the Only Potential Income for Insurance Brokers

Engineering Fee is not the Only Potential Income for Insurance Brokers
Membaca berita tentang temuan 2 perusahaan asuransi oleh OJK yang masih menerapkan Engineering Fee, (https://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-temukan-dua-pemain-asuransi-umum-yang-masih-terapkan-engineering-fee-di-2018) hal ini tentunya terkait juga dengan Broker Asuransi yang selama ini gonjang-ganjing tentang Engineering Fee.

Sebenarnya, Perusahaan Broker Asuransi mestinya bisa mendapatkan Potential Income dari beberap akebijakan yang telah dituangkan didalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Apa saja itu?

Mari kita cek ketentuan nya :

UU 40 Th 2014 Tentang PERASURANSIAN

Bab IV Pasal 29 Ayat 7
Perusahaan pialang asuransi dan perusahaan pialang reasuransi mendapatkan imbalan jasa keperantaraan dari pemegang polis atas jasa keperantaraaanya

POJK 70 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang ReAsuransi dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi

Bab III Bagian Kelima Pasal 27 

Ayat 1
Perusahaan Pialang Asuransi berhak mendapatkan imbalan jasa keperantaraan dari Pemegang polis, tertanggung, atau peserta atas jasa keperantaraaanya.

Ayat 3
Selain mendapatkan Imbalan Jasa Keperantaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2-Reasuransi), POerusahaan Pialang Asuransi dan Perusahaan Pialang Reasuransi dapat juga memberoleh imbalan jasa konsultasi dan imbalan Jasa Penanganan Penyelesaian Klaim. 

Ayat 4
Imbalan Jasa penanganan penyelesaian klaim sebagai mana dimaksud pada ayat (3) dikenakan kepada pemegang polis, tertanggung, peserta, atau Perusahaan Ceding secara wajar.

Ayat 5
Imbalan Jasa keperantaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat dibayarkan langsung oleh Peemegang Polis, tertanggung, Peserta aatu Perusahaan Ceding, atau menjadi Bagian dari premi atau kontribusi

Ayat 6 
Dalam hal imbalan Jasa keperantaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan bagian dari premi atau kontribusi, Perusahaan Pialang Asuransi atau Perusahaan Pialang Reasuransi dapat menjelaskan imbalan jasa keperantaraan yang diperolehnya kepada pemegang polis, tertanggung, peserta atau perusahaan ceding mengenai imbalan kasa keperantaraan tersebut

Jadi, kesimpulannya, sebenarnya Engineering Fee tidak perlu diperdebatkan kembali, mungkin akan lebih baik menerapkan apa yang telah di tentukan pada Undang-undang dan Peraturan seperti tertera diatas, jika surat Edaran OJK terkait Peraturan tentang tarif sudah memuat biaya Akuisisi (sebagai Komisi Broker atau sumber Bisnis), sekarang apakah perlu diatur juga hal hal sbb:

  1. Dalam Hal Komisi Broker adalah sebagian dari Premi/Kontribusi - ini sudah ada di OJK, lalu bagaimana jika dikenakan kepada tertanggung/pemegang polis? 
  2. Apakah Butir 1 bisa diberlakukan ? mengingat selama ini, Aplikasi Praktiknya sudah berjalan seakan Tertanggung mendapatkan Jasa Keperantaraan itu gratis dan tanpa biaya. 
  3. Lalu Bagaimana Aturan Terkait dengan Imbalan Jasa KOnsultasi ? meskipun ini tidak terlalu signifikan dalam kompetisi pasar, bisa saja sementara di skipped pengaturannya
  4. Yang terpenting mungkin Jasa Penanganan dan Pengurusan Klaim, ini yang perlu ditentukan mungkin, baik dari segi tarifnya, atau dari ketentuan, kapan ketentuan ini diaplikasikan, jika akan diberlakukan kepada polis2 yang akan diterbitkan. Sebainya mungkin di tentukan didepan, sekaligus mengedukasi kepada tertanggung atau pemegang polis, bahwa Untuk Pengurusan klaim akan dikenakan, berapa persen ? 
  5. Seperti kita ketahui, bahwa Pengurusan Penutupan Asuransi adalah Presentasenya dari Nilai premi Asuransi, sedangkan kalau Imbalan Jasa Penanganan klaim, apakah dari premi, atau semacam Success Fee dari besaran Nilai Klaim yang akhirnya disetujui dibayar (nett) ?
  6. Jadi Pada saat awal Penawaran rancangan Polis Asuransi, Broker telah mempresentasikan ini ada biayanya
  7. Dan semua itu pasti akan terjadi perubahan dalam formasi Slip Penawaran atau Slip Placement, yang seharusnya disetujui oleh seluruh pihak.
Jadi Bagaimana?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjarahan Paska Gempa Palu Donggala, Pesan untuk Industri Asuransi

Gempa bumi yang terjadi di Palu dan Donggala pada 28 eptember 2018 sore hari berskala 7.4 SR, menimbulkan terjadinya tsunami.
Indonesia berduka, sudah pasti, ungkapan duka cita dan tawaran bantuan dari negara tetangga mengalir, begitupun dari dalam negeri. Sesama Saudara Kandung Indonesia Raya. 
Gempa Bumi, merupakan jenis risiko katastropik menjadi Momok menakutkan karena peristiwa kejadiannya tidak bisa di prediksi, dengan tingkat severity kerusakan yang sangat besar dan bahkan area yang luas. 
Namun demikian, Gempa bumi bisa dijamin melalui polis Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami yang kondisi polis standarnya diterbitkan oleh MAIPARK, dengan tarif rate yang telah diatur oleh OJK melalui Surat Edaran no. SE-06/ tanggal 26 February Tahun 2017.
Paska terjadinya GEMPA dan TSUNAMI di palu dan Donggala, muncul permasalahan baru terkait dengan situasi di lokasi gempa tsunami yang semakin sulit bahan makanan, air minum atau air bersih dan lain sebagainya, yang menyebabkan terj…

Selamat kepada Perusahaan Peraih Predikat "Best Insurance 2018"

Selamat kepada Perusahaan Peraih Predikat "Best Insurance 2018"
Malam Penganugerahan Insurance Awards 2018 yang dilakukan oleh Media Asuransi, telah dilakukan di Hotel Le Meridien Jakarta pada Kamis Malam Lalu 12 Juli 2018.
Kegiatan ini telah memberikan penghargaan kepada 35 Perusahaan Asuransi dengan Predikat "Best Insurance 2018 yaitu : 
Best General Insurance 2018 dengan Ekuitas Rp1,5 Triliun ke Atas
PT Asuransi Sinar Mas
PT Asuransi Astra Buana
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk.


Best General Insurance 2018 dengan Ekuitas Rp500 Miliar – Rp1,5 Triliun
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia
PT Jasaraharja Putera
PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur


Best General Insurance 2018 dengan Ekuitas Rp250 Miliar – Rp500 Miliar
PT Asuransi Umum BCA
PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika
PT AIG Insurance Indonesia


Best General Insurance 2018 dengan Ekuitas Rp150 Miliar – Rp250 Miliar
PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia
PT Victoria Insurance, Tbk.
PT Asuransi Bintang, Tbk.


Bes…

INSPIRING

#Repost @carakamulia.official (@get_repost) ・・・ Ramainya Industri Otomotif sejak Tahun lalu terkait dengan Inovasi industri otomotif yaitu rencana penciptaan Mobil terbang. onfo selanjutnya silahkan baca di www.carakamulia.com via Instagram

INSPIRING

🌷Terima Kasih🌷 . Adalah ungkapan yg seharusnya kita ucapkan setiap kali bangun pagi hari. . Untuk apa? Apa saja. Karena apapun yg kita terima kemarin, hari ini dan besok adalah berkah dan anugrah. . Semuanya rizki. Dalam bentuknya masing masing. . Nafkah RIZKI dunia, PASTI dijamin ALLAH swt. Bahkan rizki se ekor semut pun dijamin oleh Allah swt. . Yang belum tentu dijamin, adalah NAFKAH RIZKI AKHIRAT kita.. . Betul nggak? . Karena nafkah akhirat itu bergantung bagaimana kita mengupayakannya selama hidup didunia. . Itu yg harus kita pikirkan. via Instagram

Apakah Imbal Jasa Penutupan Asuransi Cukup membiayai Penanganan Klaim Asuransi ?

Mengalami Musibah Katastropik yang terjadi selama setahun terakhir ini, baik dari kejadian Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi serta Tsunami juga Banjir dan Badai, dengan umumnya pemberlakukan Jasa dikenakan pada saat penutupan, terutama pada polis-polis retail dengan lokasi pertanggungan yang memiliki jarak yang tidak dekat dari lokasi kantor pelayanan, Apakah Nilai Imbal Jasa yang diterima mencukupi dan bisa membiayai Biaya Pengurusan dan Penanganan klaim Asuransi, terlebih untuk klaim-klaim yang memerlukan pendampingan dan survey klaim yang berulang-ulang ?
Ini mungkin menjadi dasar Pengaturan tentang Imbalan Jasa di tetapkan sbb : 
POJK 70 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang ReAsuransi dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi
Bab III Bagian Kelima Pasal 27 
Ayat 3 Selain mendapatkan Imbalan Jasa Keperantaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2-Reasuransi), POerusahaan Pialang Asuransi dan Perusahaan Pialang Reasuransi dap…